Kali Krukut di Tanah Abang akan dikeruk
RATUSAN RUMAH DIGUSUR
TANAH ABANG (Pos Kota) - Ratusan bangunan di daerah aliran sungai (DAS) kali krukut, Tanah Abang, Jakarta Pusat, terancam kena gusur terkait rencana pengerukan kali tersebut.
Pengerukan itu sebagai salah satu upaya mengatasi bamjir di Kawasan Tanah Abang. Ratusan bangunan tersebut berada dalam wilayah Kelurahan Kebon Melati, Kampung Bali dan Kebon Kacang. “Keberadaan bangunan menjorok ke dalam kali, sehingga untuk pengerukan kali tersebut bangunan-bangunan harus dutertibkan, “Kata Edy Supriyadi, Camat Tanah Abang, Selasa(28/9).
Camat menjelaskan sebelumnya Kali Kerukut telah dikeruk secara manual, ternyata tidak optimal. Warga mengkomplain pengerukan yang tidak optimal itu. Pengerukan diadakan karena kondisi anak sungai Ciliwung itu sudah dangkal, kedalamannya hanya sekitar setengah meter dari dasar sungai.
Padahal, Kali Krukut tersebut posisinya sangnat vital, yakni air Banjir Kanal Barat, bila meluap dialirkan ke Kali Krukut dan diteruskan ke Kali Cideng. Karena kondisinya dangkal, bila dialiri air akan meluap dan membanjiri permukiman warga.
“Dalam pengerukan kali ini akan menggunakan alat berat. Selama ini penggunaan alat berat selama ini terhambat oleh keberadaan bangunan warga yang berada dipinggir sungai. Maka, mau tidak mau bangunan-bangunan itu harus diterbitkan dulu agar peralatan berat dapat lewat, “jelasnya.
MASIH DIDATA
Menurut Edy Supriyadi, data sementara jumlah bangunan di wilayah Kelurahan Kebon Melati yang akan kena penertiban sebanyak 315 rumah. Sedangkan di wilayah Kelurahan Kebon Kacang dan Kampung Bali, masih dalam proses pemadatan. “ setelah di adakan pendataan, kami secepatnya akan sosialisasi, setelah itu baru dianjurkan dengan penertiban bangunan dilaksanakan.”
Ia menambahkan, pengerukan terhadap Kali Krukut itu harus segera dilaksanakan, mengingat musim hujan sudah tiba, dan selalu hujan yang turun dalam kondisi besar. “kalau sudah diadakan pengerukan, tentunya akan mengurangi banjir yang ada,”jelasnya lagi.(bambang/ak/g)
Sumber : POS KOTA Rabu, 29 September 2010
1. Tandailah bagian-bagian yang salah ejaan dan salah diksi
2. Pilihlah/catatlah 20 kesalahan, kemudian perbaikilah dan berikan alasannya dengan singkat.
No Salah Benar Alasan
1 vital berbahaya Bahasa asing
2 Diterbitkan,” Diterbitkan”, Seharusnya tanda kutip dahulu baru koma.
3 315 Tiga ratus lima belas Jumlah ditukis dengan huruf
4 Lewat,” Lewat”, Seharusnya tanda kutip dahulu baru koma.
5 Setengah meter 1\2 m Luas ditulis dengan angka
6 Mau tidak mau Seharusnya Tidak baku
7 Kutipan Ditulis Miring Sesuai dengan ejaan
8 Dangkal Rendah Bahasanya jarang digunakan sehingga orang tidak mengetahuinya
9 Optimal Sesuai dengan yang diharapkan Bahasanya jarang digunakan sehingga orang tidak mengetahuinya
10 Sangnat Sangat Penulisannya salah
Minggu, 17 Oktober 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar