Awas longsor & puting beliung
BOGOR ( Pos Kota ) – Badan Meteorologi dan Klimatologi dan Geofisika
( BMKG) Dramaga, Bogor menghimbau kepada masyarakat mewaspadai dampak dari cuaca ekstrem, seperti longsor, angin puting beliung, dan banjir, hingga bulan depan.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BMKG Bogor Agus Heru mengatakan cuaca ektrem itu biasa terjadi saat musim pancaroba seperti yang terjadi akhir-akhir ini.
“Kalai saat ini curah hujan yang terjadi mulai tinggi itu karena sebagian besar wilayah di Indonesia, khususnya Jabodetabek dan Jawa Barat sudah mulai memasuki musim pancaroba dari kemarau ke musim penghujan,”kata Agus Heru, Selasa (28\9).
Menurut Heru, curah hujan yang terjadi beberapa hari terakhir ini diakibatkan adanya pengaruh badai La Nina yang terjadi diwilayah pasifik tengah yang bergerak ke wilayah barat, termasuk perairan Indonesia.
“Pengaruhnya pada bulan Juli- Agustus lalu mestinya Indonesia mengalami musim kemarau, ternyata masih bnayak mendapat curah hujan,” katanya. Menurutnya pancaroba yang terjadi saat ini dapat ditandai dengan kondisi curah hujan yang cenderung berubah –ubah dan tidak menentu. “Kalau untuk angin puting beliung itu biasanya hanya terjadi secara local, dan di Bogor sendiri memang berpotensi. Maka dari itu kami imbau warga Bogor mewaspadainya,” ungkapnya.
12 RUMAH RUSAK
Senin (27/9) petang, misalnya sebanyak 12 rumah di enam kampung, Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, rusak terkena longsor. 3 Rumah rusak ringan di Kampumg Cigoong, 5 rumah rusak di Kampumg Ciatel Gede dan Leutik, 1 rumah di Kampumg Tambatan dan 3 rumah rusak ringan di Kampung Tonggoh.
“ Saya langsung melapor ke ketua RT saat longsor terjadi, dan saya lihat ada satu rumah yang rata dengan tanah milik Pak Ade,” tutur Wati, 35, warga.
Sekretaris Desa Puraseda Agus Nurmawan mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam longsor ini. “Hanya tiga orang di Kampung Cimanteng yang mengalami luka ringan di kaki saat berusaha menyelamatkan barang dan diri mereka,”kata Agus.
Menurut Agus longsor menyebabkan rumah Ade,48, warga Kampung Cimenteng rata dengan tanah. “Setidaknya 14 kepala keluarga harus diungsikan kerumah tetangga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,”paparnya. (yopi/si/g)
Soal :
1.Tandailah bagian-bagian yang salah ejaan dan salah diksi
2.Pilihlah/catatlah 20 kesalahan, kemudian perbaikilah dan berikan alasannya dengan singkat.
jawab :
No Salah Benar Alasan
1 Setelah Bogor tidak ada titik Ada titik Sesuai dengan ejaan
2 imbau himbau Penulisannya salah
3 1,3,5,12 Satu, tiga, lima, dua belas Ditulis dengan huruf
4 Rumah rumah Sesuai dengan ejaan
5 Cimenteng Cimanteng Penulisaanya salah
6 paparnya menurutnya Kata-katanya tidak baku
7 longsor Longsor Penggunaan huruf kapital
8 puting&beliung Putting&Beliung Penggunaan huruf kapital
Selasa, 19 Oktober 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar